Andai
Al-Qur’an dapat bicara
Masih terlintas
jelas di ingatanku
Ketika engkau
masih dalam usia belia
Aku begitu
dekat denganmu
Engkau sentuh
aku dengan jari jemarimu
Sungguh
lemah gemulai dan penuh kelembutan
Kau bawa
aku kemanapun dirimu pergi
Engkau dekap
aku di dadamu penuh kasih sayang
Bahkan aku
yang ternomor satu di hatimu
Selepas
sholat shubuh engkau selalu membacaku, begitu juga
Selesai
sholat maghrib usai, seakan tak lengkap hidup tanpa diriku
Tiada hari-hari
yang terlintas di benakmu
Selain aku,,namaku
telah menjadi buah bibirmu
Dari
terbit fajar menyingsing hingga senja terbenam
Kala
malam hari menyapa bertabur bintang dan behias rembulan
Engkau telah
berhias dan memakai wewangian untuk bermesra denganku
Aku masih
ingat saat engkau melantunkan aku dengan suaramu
Sungguh
menyentuh kalbu berkesan dan menyejukkan
Suaramu
itu begitu merdu membuat orang lain terkesima mendengarkanmu
Sehingga
kau berhak meraih piala di even-even pertandingan mengaji
Berjuta
pujian pun tercurah kepadamu karena kagum akan suaramu
Perlahan engkau mulai mencampakkan aku
Hari-hari
yang biasa engkau bersamaku kini tiada lagi
Aku
yang dahulu engkau nomor satukan
Saat ini
engkau telah nomor duakan
Aku
yang dulu engkau dekap di dadamu penuh kasih sayang
Kini kau
campakkan aku sendiri di sudut lemari dan berdebu
Aku
yang dahulu selalu menjadi buah bibirmu
Namun kini
lisanmu lebih asyik untuk hal-hal duniawi
Jujur saat
ini aku merasa kesepian
Engkau tak
pernah sedikitpun menyentuhku apalagi membacaku
Tanpa kau
pedulikan bahwa aku sangat merindukanmu
Kini usiamu
semakin beranjak dewasa
Engkau tampaknya
sudah tidak membutuhkanku lagi
Dirimu lebih
sibuk dengan hpmu
Tiada hari
tanpa berinteraksi dengan hp
Seolah ia
telah menjadi sahabat karibmu
Sedangkan
aku hanya sebatas sahabat lamamu
Yang
tak pernah kau
perhatikan lagi
Duduk peganghp, makan sembari sms, belajar saja masih sempat teleponan,
Saat engkau
terlelap tidur hp pun menemani tidur malammu,
Sedang diriku
tak sedikitpun ada di ruanghatimu
Aku benar-benar
cemburu kepadamu
Mengapa kau lebih memilih sesuatu yang kan membuatmu
MelupakanTuhanmu
ketimbang memilihku
Tatkala
dering hp berbunyi atau sms masuk lewat inbox hpmu
Engkau begitu
tangkas menerima dan mejawabnya
Namun
di waktu aku diperdengarkan di telingamu
Engkau berpaling
dariku, apakah engkau alergi padaku
Atau engkau
sudah jemu denganku ?
Memang benar
adanya aku bukanlah yang teristimewa di hatimu
Engkau lebih
mengistimewakan bacaan-bacaan yang memanjakan diri
dan penuh
rekayasa belaka
Hari-harimu
lebih banyak engkau gunakan untuk membaca komik ,koran dan majalah
Agaknya
pendengaranmu mulai agak aneh, akhir-akhir ini
Engkau lebih
suka mendengar music-musik yang meruntuhkan kalbu
Apakah engkau
tidak terpesona lagi denganku ?
Padahal
bila ditanya
Apakah hp,
komik, koran, majalah dan music dapat memberi syafaat kepadamu
Sekali-kali
tidak kawan, yang ada mereka malah membuatmu terlena
Kemudian
engkau dibuat menghayal dan panjang angan-angan
Seakan-akan
hidup ini panjang dan selama-lamanya
Sadarkah
kau kawan kau telah dipermainkan syetan
Si
penipuulung di alam raya ini
Kawan akan
datang suatu masa engkau sangat membutuhkan aku
Aku begitu sedih kepada dirimu
Tapi aku
akan sangat bersedih jika engkau tak mendapat syafaatku nanti
Jika engkau
tahu aku akan datang di hari kiamat dan memberi syafaat pada siapa
Saja
yang mau membacaku dan mengamalkanku
Kawan…
Masih ada
waktu, sebelum buku kehidupanmu di tutup rapat-rapat
Sebelum
senja mendekat, sebelum malaikat memainkan peran
Sebelum
semua terlambat
Aku mohon
mendekatlah kepadaku, sentuhlah aku dengan berwudhu
Bacalah aku dengan tartil dan amalkanlah aku dalam kehidupanmu
Niscaya aku akan menjadi teman setiamu dari panggung dunia hingga alam
baka
By :RindangSusanto, S.Pd.I
Santri
PTQ Al-Amin Pahoman
Azzahra, Januari 2012