ALAMAT PPTQ AL-AMIN

JL Cendana No 15 Rawa laut, 35127 Bandar Lampung Indonesia
Tlp (0721) 254673

Minggu, 16 November 2014


Kepala Unit TPA dan PPTQ Al-Amin
H. Syamroni. S. Damami. S.Ag. Al-Hafidz

Pengasuh PPTQ Al-Amin Putri
Hj. Sarah Musyarofah


Ngaji yuuuk, Jangan ngantuk ya mas broo....

itu lihat..ihat seraam, ada hitam-hitam.. hii penampakan.  tolong-tolong, atut mbak. jangan takut kita usir dengan baca Al-Qur'an. ah...aku mah santai aja, karena penampakannya lucu banget..

Lihat dong aku yang pake baju ungu, ganteng kan


lihat aku dong, aku cantik kan, ....ada juga aku lebih cantik. udah ndak usah pada gelut semua cantik kayak bidadari bangun dari bobo keciangan..hehe......

Andai Al-Qur’an dapat bicara

Andai Al-Qur’an dapat bicara
Masih terlintas jelas di ingatanku
Ketika engkau masih dalam usia belia
Aku begitu dekat denganmu
Engkau sentuh aku dengan jari jemarimu
Sungguh lemah gemulai dan penuh kelembutan
Kau bawa aku kemanapun dirimu pergi
Engkau dekap aku di dadamu penuh kasih sayang
Bahkan aku yang ternomor satu di hatimu
Selepas sholat shubuh engkau selalu membacaku, begitu juga
Selesai sholat maghrib usai, seakan tak lengkap hidup tanpa diriku
Tiada hari-hari yang terlintas di benakmu
Selain aku,,namaku telah menjadi buah bibirmu
Dari terbit fajar menyingsing hingga senja terbenam
Kala malam hari menyapa bertabur bintang dan behias rembulan
Engkau telah berhias dan memakai wewangian untuk bermesra denganku
Aku masih ingat saat engkau melantunkan aku dengan suaramu
Sungguh menyentuh kalbu berkesan dan menyejukkan
Suaramu itu begitu merdu membuat orang lain terkesima mendengarkanmu
Sehingga kau berhak meraih piala di even-even pertandingan mengaji
Berjuta pujian pun tercurah kepadamu karena kagum akan suaramu

Perlahan engkau mulai mencampakkan aku
Hari-hari yang biasa engkau bersamaku kini tiada lagi
Aku yang dahulu engkau nomor satukan
Saat ini engkau telah nomor duakan
Aku yang dulu engkau dekap di dadamu penuh kasih sayang
Kini kau campakkan aku sendiri di sudut lemari dan berdebu
Aku yang dahulu selalu menjadi buah bibirmu
Namun kini lisanmu lebih asyik untuk hal-hal duniawi
Jujur saat ini aku merasa kesepian
Engkau tak pernah sedikitpun menyentuhku apalagi membacaku
Tanpa kau pedulikan bahwa aku sangat merindukanmu
Kini usiamu semakin beranjak dewasa
Engkau tampaknya sudah tidak membutuhkanku lagi
Dirimu lebih sibuk dengan hpmu
Tiada hari tanpa berinteraksi dengan hp
Seolah ia telah menjadi sahabat karibmu
Sedangkan aku hanya sebatas sahabat lamamu
Yang tak pernah kau perhatikan lagi
Duduk peganghp, makan sembari sms, belajar saja masih sempat teleponan,
Saat engkau terlelap tidur hp pun menemani tidur malammu,
Sedang diriku tak sedikitpun ada di ruanghatimu
Aku benar-benar cemburu kepadamu
Mengapa kau lebih memilih sesuatu yang kan membuatmu
                                    MelupakanTuhanmu ketimbang memilihku
Tatkala dering hp berbunyi atau sms masuk lewat inbox hpmu
Engkau begitu tangkas menerima dan mejawabnya
Namun di waktu aku diperdengarkan di telingamu
Engkau berpaling dariku, apakah engkau alergi padaku
Atau engkau sudah jemu denganku ?
Memang benar adanya aku bukanlah yang teristimewa di hatimu
Engkau lebih mengistimewakan bacaan-bacaan yang memanjakan diri
dan penuh rekayasa belaka
Hari-harimu lebih banyak engkau gunakan untuk membaca komik ,koran dan majalah
Agaknya pendengaranmu mulai agak aneh, akhir-akhir ini
Engkau lebih suka mendengar music-musik yang meruntuhkan kalbu
Apakah engkau tidak terpesona lagi denganku ?
Padahal bila ditanya
Apakah hp, komik, koran, majalah dan music dapat memberi syafaat kepadamu
Sekali-kali tidak kawan, yang ada mereka malah membuatmu terlena
Kemudian engkau dibuat menghayal dan panjang angan-angan
Seakan-akan hidup ini panjang dan selama-lamanya
Sadarkah kau kawan kau telah dipermainkan syetan
Si penipuulung di alam raya ini
Kawan akan datang suatu masa engkau sangat membutuhkan aku
Aku begitu sedih kepada dirimu
Tapi aku akan sangat bersedih jika engkau tak mendapat syafaatku nanti
Jika engkau tahu aku akan datang di hari kiamat dan memberi syafaat pada siapa
Saja yang mau membacaku dan mengamalkanku
Kawan…
Masih ada waktu, sebelum buku kehidupanmu di tutup rapat-rapat
Sebelum senja mendekat, sebelum malaikat memainkan peran
Sebelum semua terlambat
Aku mohon mendekatlah kepadaku, sentuhlah aku dengan berwudhu
Bacalah aku dengan tartil dan amalkanlah aku dalam kehidupanmu
Niscaya aku akan menjadi teman setiamu dari panggung dunia hingga alam baka
By :RindangSusanto, S.Pd.I
                                                Santri PTQ Al-Amin Pahoman
                                                Azzahra,  Januari 2012

                                                                                


In memorial PPTQ AL-AMIN

Sahabat perjuangan,
kalian takkan pernah terlupakan,
meski di suatu saat kita akan terpisah dengan jarak dan waktu,.

Santri Tahfidzul Qur'an Al-Amin 2014

Sahabat.....
disinilah kita bertemu, di sinilah kita mengukir kenangan indah,
semoga persahabatan kita kekal hingga akhir hayat kita
dan di pertemukan di Syurganya Allah,,
Amiiinn.....

Ada segores cerita di senyummu yang menawan, senyuman kebahagiaan,
senyuman persahabatan, meski ia hanya setitik senyuman,
 semoga akan menjadi ingatan dalam kamus kehidupan kita.

Tetaplah semangat meraih cita dan cinta,
untuk masa depan yang lebih baik.

Hidup ini ibarat sebuah perahu yang berlayar,
pasti akan ada saatnya berlabuh dimuara,
kami berdo'a kepada Allah,
semoga kita dipertemukan di pelabuhan para Tahfidzul Qur'an,
Amiiiinn...

Ada Hikmah Di Setiap Kejadian

“ Ketika ku mohon pada Allah segelas sirup namun Allah memberiku secangkir jamu,minuman yang terasa pahit dan getir di lidah tapi pada akhirnya baru kusadari ternyata secangkir jamu tersebut telah memberikan kesehatan pada tubuhku dengan izinNya dibanding segelas sirup yang rasanya manis namun menimbulkan efek penyakit.” 
Beginilah hidup mengajari kita, hidup tidak selamanya berada dalam kesenangan, ada saja kerikil tajam menghadang, Jurang yang dalam, bebatuan menerjang, dan liku-liku kehidupan. Ada kalanya mendung tak kan selamanya gelap, akan tetapi ia akan menjelma menjadi warna pelangi yang elok beraneka ragam, rintik-ritik air hujan tak selalu identik dengan kesedihan namun menyibak sejuta hikmah di dalamnya. Biasanya Allah menguji hambaNya melalui kesedihan agar hambaNya semakin mendekat dan bersimpuh padaNya. Mungkin pernah terbesit di benak kita mengapa semua ini terjadi, mengapa tidak seperti ini, harusnya seperti ini, coba seandainya begini dan berjuta pertanyaan meluncur dari lisan ini. Tahukah sahabat bahwa Allah telah menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang kita inginkan. Karena Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan tetapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan.
Mari kita simak Firman Allah di bawah ini ( Q.s Al-Baqarah 216 )
“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu.Allah Maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Subhanallah begitu dalam makna yang terkandung di dalam ayat ini seolah-olah hendak mengajar hambaNya. Bahwasannya yang terbaik itu adalah dari Allah, Dia yang lebih mengetahui dari pada hambaNya. Sahabat tiada yang keliru dari pilihan Allah, itu semua merupakan karunia yang terbaik yang diberikan Allah untuk hambaNya. Baik dalam hal fisik, jodoh, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Dalam hidup ini, Allah memberikan kenikmatan dan kesenangan tidak serta merta diberikan dengan Cuma-Cuma namun melalui proses yang cukup panjang dan penuh pengorbanan, namun satu yang pasti Allah tidak akan pernah menilai dari hasil perjuangan kita, namun Allah menilai sebuah proses yang kita lalui. Maka sangat penting bagi kita untuk terus selalu meluruskan niat kita, menyempurnakan ikhtiar dan terus bekerja mempersembahkan yang terbaik dalam hidup hanya mengharap keredhoanNya. Karena betapapun telah banyak cucuran keringat yang mengalir, air mata yang menetes, dan luka yang tergores di tubuh ini, semua sarat dengan pahala dan ganjaran dari Allah.

Sabtu, 15 November 2014

Nikmati proses dan tunggu jawabannya



Nikmati proses dan tunggu jawaban dari Ilahi
“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas menaatinya semata-mata”……………..(Q.s Al-Bayyinah :5)
“Dari Amirul Mukmininin Abu Hafsh ‘Umar bin al- Khatab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung)pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (dinilai) karena Allah dan rasuln-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena harta dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hihrahnya.”
Untuk mendapatkan sesuatu tujuan dibutuhkan sebuah proses yang terkadang proses yang dilalui itu tidaklah mulus seperti yang kita inginkan, meski ada kerikil tajam menghadang di depan mata, badai nyang menerpa, onak duri yang menghalangi langkah kaki kita untuk sampai ke tujuan. Namun yakinilah bahwa semua itu merupakan tantangan yang Allah berikan kepada kita agar kita semakin bijak menyikapi kehidupan ini dengan dada yang lapang, kesabaran yang menghujam dan pengorbanan yang mendalam. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang mendapat kan sesuatu keinginan tanpa melalui suatu proses, semua pasti melalui suatu proses baik itu sulit atau mudah, singkat atau panjang, ada kalanya proses yang dilalui berhiaskan permata keindahan setiap perjalanan terasa dilalui dengan mantap dan tenang namun ada kalanya proses yang dilalui harus berbenturan dengan macam cobaan, kesulitan, kesedihan, kegelisahan, terkadang dihina, dicemooh, terjerembab ke dalam kubangan lumpur kemaksiatan, terpuruk dalam kegagalan, terkontaminasi oleh virus pergaulan, diuji oleh sakit yang berkepanjangan, tergoda oleh bisikan syetan, terpedaya oleh tipu daya perempuan, silau dengan bergelimangnya harta, pangkat, dan jabatan, tenggelam dalam syahwat yang serba melenakan, saling membanggakan keturunan dan pamer kekayaan, gaya hidup berlebihan, aurat dipajang sepanjang jalan,tak takut lagi dengan Tuhan, halal, haram  hantam, yang penting aku dapat hidup serba kecukupan, saking sikut kanan dan makan kawan seperjuangan, tak peduli kalaupun itu menyimpang, tanpa pikir panjang menghalalkan segala cara agar tercapai segala keinginan walaupun harus menyakitkan saudara seiman. Itulah dua tipe, dua karakter manusia yang menjalani proses kehidupan di dunia ini dalam mencapai keinginannya ada yang dilalui dengan cara yang baik dan ada pula sebaliknya. Memang  manusia itu tidak ada yang sempurna setiap orang tentu memiliki kesalahan dan masa lalu yang berbeda-beda. namun apakah kita harus selamanya menenggelamkan diri dalam kesalahan dan tidak ingin bertaubat kemudian memperbaiki diri. Bukankan Allah berfirman dalam Q.s Al-Imron 135
......dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri  sendiri , (segera ) mengingat Allah , lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
Sahabat, garis takdir kehidupan manusia sudah diatur oleh Allah yang Maha teliti, tiada satupun yang luput dari genggamannya. Tugas kita meluruskan niat dan memperbaiki ikhtiar semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginan yang kita dambakan selebihnya bertawakallah kepada Allah. Rasul sang suri teadan telah memberikan bimbingan bagaimana menjalani kehidupan ini, menikmati sebuah proses kehidupan untuk dan mewujudkan keinginan. Hujamkan dalam hati ini bahwa aku akan meraih cita-citaku, meraih tujuanku dengan cara dan niat yang benar, tanpa harus melukai perasaan orang lain, biarlah proses yang aku jalani memakan waktu yang cukup lama karena ku yakin waktu yang lama itu agar tergantikan dengan kebahagiaan yang tiada bandingnya , tak mengapa aku menjalani proses ini dengan bersimbah darah, berlinang air mata dan berkuah keringat karena ku yakin balasan Pahala dariNya sudah tersimpan di janahnya, biarkan dalam menjalani proses menuju citaku banyak orang yang menghinaku dan mengejekku asalkan Engkau selalu memujiku, tak jadi masalah dalam menjalani proses mencapai keinginanku banyak wajah yang membenciku asalkan Ia yang maha rohim selalu menyayangiku. tak mengapa dalam menjalani proses ini aku harus berkorban waktu, tenaga, biaya, karena kesemuanya itu akan dibalas olehNya dengan sebaik-baik pembalasan, biarlah aku menjalani proses dalam meraih citaku penuh dengan kepahitan, dilecehkan, dianggap tak berpengalaman, kuno dan kampungan, asalkan Engkau yang Maha bijaksana mencatat amal perbuatan baikku dan mengganjarnya sesuai dengan kebijakan Allah yang Maha bijak.
Sahabat, marilah kita menjalani setiap targetan dan impian yang kita akan capai dengan proses yang baik, dengan niat yang ikhlas dan cara yang benar. Bagi para pelajar yang tengah menyelesaikan masa pendidikannya niatkanlah belajar menjadi ladang amal dalam rangka ibadah kepada Allah, begitu juga bagi para mahasiswa niatkanlah kuliah menjadi salah satu jalan bertambahnya wawasan,ilmu dan pengalaman sehingga kelak nanti setelah lulus dapat bermanfaat bagi orang banya. Jangan berniat kuliah hanya untuk mencari gelar sarjana atau mencari nilai saja, siapa tahu meninggal sebelum diwisuda, kan sia-sia akhirnya. Namun apabila niatnya telah lurus dan usahanya dengan jalan yang diridhoi Allah kalaupun harus meninggal sebelum lulus atau wisuda maka setiap jerih payah sudah tercatat pahala. Begitu pula bagi para pekerja, pengusaha niatkan kerja dan usaha kita tidak hanya sebatas materi semati melainkan menjadi jalan silaturahmi dan jalan kebaikan bagi orang lain, cara dalam berbisnis dan bekerja pun tidak boleh licik, tidak menghalakan segala cara untuk mewujudkan keinginan kita, sehingga kita tidak memperhatikan halal dan haram. Ada sebuah celetukan yang cukup menggelitik di telinga saya. Bung, bung hari gini ngomongin yang halal, cari yang haram saja susah. Ini pernyataan yang keliru. Hemat saya kita harus berupaya dengan sekuat tenaga untuk menjemput rizki dengan cara yang halal karena hal itu yang disukai oleh Allah, bagaimana mungkin doa kita akan dikabuklan oleh Allah bila kita memakan sesuatu dari hasil yang haram. Dan juga untuk yang mau menikah, harus senantiasa menjaga niat, mau apa saya nikah, karena ibadah pada Allah, atau karena malu, atau karena nafsu saja. Bila niat telah lurus dan ikhtiar telah maksimal kalaupun ujung-ujungnya ditolak rasa kecewa tidak akan terlalu berasa di hati karena kita meniatkannya sebagai ibadah kepadaNya. Buat para pelaku kebajikan yang senantiasa pamer dengan kebajikan maka bersiap-siaplah menderita bila kebajikan tersebut tidak dihargai oleh orang lain karena niatnya sudah cara, ia berbuat kebaikan bukan semata-mata karena Allah akan tetapi karena riya atau ingin dilihat oleh manusia. Bagi para ayah dan ibu belajarlah untuk melupakan kebaikan diri ini, walaupun proses untuk melahirkan anak bagi ibu harus ditempuh dengan perjuangan dam pengorbanan yang sedikit, insyaallah semua perjuangan dan pengorbanan tersebut akan dibalas oleh Allah dengan karunia pahala bila ikhlas dalam menjalaninya.juga agi para ayah yang telah mati-matian banting tulang peras keringat jangan merasa berjasa dan menganggap anak-anak tidak akan bisa hidup tanpa kerja keras ayah, niatkan itu semua semata-mata sebagai ibadah untuk mencari keredhoan Allah dengan begitu setiap kerja keras, usaha, dan tetes keringat telah tercatat sebagai amal yang akan terus mengalir hingga kita memasuki alam baka.