ALAMAT PPTQ AL-AMIN

JL Cendana No 15 Rawa laut, 35127 Bandar Lampung Indonesia
Tlp (0721) 254673

Sabtu, 15 November 2014

Nikmati proses dan tunggu jawabannya



Nikmati proses dan tunggu jawaban dari Ilahi
“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas menaatinya semata-mata”……………..(Q.s Al-Bayyinah :5)
“Dari Amirul Mukmininin Abu Hafsh ‘Umar bin al- Khatab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung)pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (dinilai) karena Allah dan rasuln-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena harta dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hihrahnya.”
Untuk mendapatkan sesuatu tujuan dibutuhkan sebuah proses yang terkadang proses yang dilalui itu tidaklah mulus seperti yang kita inginkan, meski ada kerikil tajam menghadang di depan mata, badai nyang menerpa, onak duri yang menghalangi langkah kaki kita untuk sampai ke tujuan. Namun yakinilah bahwa semua itu merupakan tantangan yang Allah berikan kepada kita agar kita semakin bijak menyikapi kehidupan ini dengan dada yang lapang, kesabaran yang menghujam dan pengorbanan yang mendalam. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang mendapat kan sesuatu keinginan tanpa melalui suatu proses, semua pasti melalui suatu proses baik itu sulit atau mudah, singkat atau panjang, ada kalanya proses yang dilalui berhiaskan permata keindahan setiap perjalanan terasa dilalui dengan mantap dan tenang namun ada kalanya proses yang dilalui harus berbenturan dengan macam cobaan, kesulitan, kesedihan, kegelisahan, terkadang dihina, dicemooh, terjerembab ke dalam kubangan lumpur kemaksiatan, terpuruk dalam kegagalan, terkontaminasi oleh virus pergaulan, diuji oleh sakit yang berkepanjangan, tergoda oleh bisikan syetan, terpedaya oleh tipu daya perempuan, silau dengan bergelimangnya harta, pangkat, dan jabatan, tenggelam dalam syahwat yang serba melenakan, saling membanggakan keturunan dan pamer kekayaan, gaya hidup berlebihan, aurat dipajang sepanjang jalan,tak takut lagi dengan Tuhan, halal, haram  hantam, yang penting aku dapat hidup serba kecukupan, saking sikut kanan dan makan kawan seperjuangan, tak peduli kalaupun itu menyimpang, tanpa pikir panjang menghalalkan segala cara agar tercapai segala keinginan walaupun harus menyakitkan saudara seiman. Itulah dua tipe, dua karakter manusia yang menjalani proses kehidupan di dunia ini dalam mencapai keinginannya ada yang dilalui dengan cara yang baik dan ada pula sebaliknya. Memang  manusia itu tidak ada yang sempurna setiap orang tentu memiliki kesalahan dan masa lalu yang berbeda-beda. namun apakah kita harus selamanya menenggelamkan diri dalam kesalahan dan tidak ingin bertaubat kemudian memperbaiki diri. Bukankan Allah berfirman dalam Q.s Al-Imron 135
......dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri  sendiri , (segera ) mengingat Allah , lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
Sahabat, garis takdir kehidupan manusia sudah diatur oleh Allah yang Maha teliti, tiada satupun yang luput dari genggamannya. Tugas kita meluruskan niat dan memperbaiki ikhtiar semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginan yang kita dambakan selebihnya bertawakallah kepada Allah. Rasul sang suri teadan telah memberikan bimbingan bagaimana menjalani kehidupan ini, menikmati sebuah proses kehidupan untuk dan mewujudkan keinginan. Hujamkan dalam hati ini bahwa aku akan meraih cita-citaku, meraih tujuanku dengan cara dan niat yang benar, tanpa harus melukai perasaan orang lain, biarlah proses yang aku jalani memakan waktu yang cukup lama karena ku yakin waktu yang lama itu agar tergantikan dengan kebahagiaan yang tiada bandingnya , tak mengapa aku menjalani proses ini dengan bersimbah darah, berlinang air mata dan berkuah keringat karena ku yakin balasan Pahala dariNya sudah tersimpan di janahnya, biarkan dalam menjalani proses menuju citaku banyak orang yang menghinaku dan mengejekku asalkan Engkau selalu memujiku, tak jadi masalah dalam menjalani proses mencapai keinginanku banyak wajah yang membenciku asalkan Ia yang maha rohim selalu menyayangiku. tak mengapa dalam menjalani proses ini aku harus berkorban waktu, tenaga, biaya, karena kesemuanya itu akan dibalas olehNya dengan sebaik-baik pembalasan, biarlah aku menjalani proses dalam meraih citaku penuh dengan kepahitan, dilecehkan, dianggap tak berpengalaman, kuno dan kampungan, asalkan Engkau yang Maha bijaksana mencatat amal perbuatan baikku dan mengganjarnya sesuai dengan kebijakan Allah yang Maha bijak.
Sahabat, marilah kita menjalani setiap targetan dan impian yang kita akan capai dengan proses yang baik, dengan niat yang ikhlas dan cara yang benar. Bagi para pelajar yang tengah menyelesaikan masa pendidikannya niatkanlah belajar menjadi ladang amal dalam rangka ibadah kepada Allah, begitu juga bagi para mahasiswa niatkanlah kuliah menjadi salah satu jalan bertambahnya wawasan,ilmu dan pengalaman sehingga kelak nanti setelah lulus dapat bermanfaat bagi orang banya. Jangan berniat kuliah hanya untuk mencari gelar sarjana atau mencari nilai saja, siapa tahu meninggal sebelum diwisuda, kan sia-sia akhirnya. Namun apabila niatnya telah lurus dan usahanya dengan jalan yang diridhoi Allah kalaupun harus meninggal sebelum lulus atau wisuda maka setiap jerih payah sudah tercatat pahala. Begitu pula bagi para pekerja, pengusaha niatkan kerja dan usaha kita tidak hanya sebatas materi semati melainkan menjadi jalan silaturahmi dan jalan kebaikan bagi orang lain, cara dalam berbisnis dan bekerja pun tidak boleh licik, tidak menghalakan segala cara untuk mewujudkan keinginan kita, sehingga kita tidak memperhatikan halal dan haram. Ada sebuah celetukan yang cukup menggelitik di telinga saya. Bung, bung hari gini ngomongin yang halal, cari yang haram saja susah. Ini pernyataan yang keliru. Hemat saya kita harus berupaya dengan sekuat tenaga untuk menjemput rizki dengan cara yang halal karena hal itu yang disukai oleh Allah, bagaimana mungkin doa kita akan dikabuklan oleh Allah bila kita memakan sesuatu dari hasil yang haram. Dan juga untuk yang mau menikah, harus senantiasa menjaga niat, mau apa saya nikah, karena ibadah pada Allah, atau karena malu, atau karena nafsu saja. Bila niat telah lurus dan ikhtiar telah maksimal kalaupun ujung-ujungnya ditolak rasa kecewa tidak akan terlalu berasa di hati karena kita meniatkannya sebagai ibadah kepadaNya. Buat para pelaku kebajikan yang senantiasa pamer dengan kebajikan maka bersiap-siaplah menderita bila kebajikan tersebut tidak dihargai oleh orang lain karena niatnya sudah cara, ia berbuat kebaikan bukan semata-mata karena Allah akan tetapi karena riya atau ingin dilihat oleh manusia. Bagi para ayah dan ibu belajarlah untuk melupakan kebaikan diri ini, walaupun proses untuk melahirkan anak bagi ibu harus ditempuh dengan perjuangan dam pengorbanan yang sedikit, insyaallah semua perjuangan dan pengorbanan tersebut akan dibalas oleh Allah dengan karunia pahala bila ikhlas dalam menjalaninya.juga agi para ayah yang telah mati-matian banting tulang peras keringat jangan merasa berjasa dan menganggap anak-anak tidak akan bisa hidup tanpa kerja keras ayah, niatkan itu semua semata-mata sebagai ibadah untuk mencari keredhoan Allah dengan begitu setiap kerja keras, usaha, dan tetes keringat telah tercatat sebagai amal yang akan terus mengalir hingga kita memasuki alam baka.


Tidak ada komentar: