Nikmati proses dan
tunggu jawaban dari Ilahi
“Padahal mereka hanya
diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas menaatinya semata-mata”……………..(Q.s
Al-Bayyinah :5)
“Dari Amirul
Mukmininin Abu Hafsh ‘Umar bin al- Khatab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung)pada
niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa
yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka
hijrahnya (dinilai) karena Allah dan rasuln-Nya, dan barang siapa yang
hijrahnya karena harta dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang
hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan
hihrahnya.”
Untuk mendapatkan
sesuatu tujuan dibutuhkan sebuah proses yang terkadang proses yang dilalui itu
tidaklah mulus seperti yang kita inginkan, meski ada kerikil tajam menghadang
di depan mata, badai nyang menerpa, onak duri yang menghalangi langkah kaki
kita untuk sampai ke tujuan. Namun yakinilah bahwa semua itu merupakan
tantangan yang Allah berikan kepada kita agar kita semakin bijak menyikapi
kehidupan ini dengan dada yang lapang, kesabaran yang menghujam dan pengorbanan
yang mendalam. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang mendapat kan
sesuatu keinginan tanpa melalui suatu proses, semua pasti melalui suatu proses
baik itu sulit atau mudah, singkat atau panjang, ada kalanya proses yang
dilalui berhiaskan permata keindahan setiap perjalanan terasa dilalui dengan
mantap dan tenang namun ada kalanya proses yang dilalui harus berbenturan
dengan macam cobaan, kesulitan, kesedihan, kegelisahan, terkadang dihina,
dicemooh, terjerembab ke dalam kubangan lumpur kemaksiatan, terpuruk dalam
kegagalan, terkontaminasi oleh virus pergaulan, diuji oleh sakit yang berkepanjangan,
tergoda oleh bisikan syetan, terpedaya oleh tipu daya perempuan, silau dengan
bergelimangnya harta, pangkat, dan jabatan, tenggelam dalam syahwat yang serba
melenakan, saling membanggakan keturunan dan pamer kekayaan, gaya hidup berlebihan,
aurat dipajang sepanjang jalan,tak takut lagi dengan Tuhan, halal,
haram hantam, yang penting aku dapat
hidup serba kecukupan, saking sikut kanan dan makan kawan seperjuangan, tak
peduli kalaupun itu menyimpang, tanpa pikir panjang menghalalkan segala cara
agar tercapai segala keinginan walaupun harus menyakitkan saudara seiman. Itulah
dua tipe, dua karakter manusia yang menjalani proses kehidupan di dunia ini
dalam mencapai keinginannya ada yang dilalui dengan cara yang baik dan ada pula
sebaliknya. Memang manusia itu tidak ada
yang sempurna setiap orang tentu memiliki kesalahan dan masa lalu yang
berbeda-beda. namun apakah kita harus selamanya menenggelamkan diri dalam
kesalahan dan tidak ingin bertaubat kemudian memperbaiki diri. Bukankan Allah
berfirman dalam Q.s Al-Imron 135
“ ......dan (juga) orang-orang
yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri , (segera ) mengingat Allah , lalu
memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa
selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka
mengetahui.”
Sahabat, garis takdir
kehidupan manusia sudah diatur oleh Allah yang Maha teliti, tiada satupun yang
luput dari genggamannya. Tugas kita meluruskan niat dan memperbaiki ikhtiar
semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginan yang kita dambakan selebihnya
bertawakallah kepada Allah. Rasul sang suri teadan telah memberikan bimbingan
bagaimana menjalani kehidupan ini, menikmati sebuah proses kehidupan untuk dan
mewujudkan keinginan. Hujamkan dalam hati ini bahwa aku akan meraih
cita-citaku, meraih tujuanku dengan cara dan niat yang benar, tanpa harus
melukai perasaan orang lain, biarlah proses yang aku jalani memakan waktu yang
cukup lama karena ku yakin waktu yang lama itu agar tergantikan dengan
kebahagiaan yang tiada bandingnya , tak mengapa aku menjalani proses ini dengan
bersimbah darah, berlinang air mata dan berkuah keringat karena ku yakin balasan Pahala dariNya
sudah tersimpan di janahnya, biarkan dalam menjalani proses menuju citaku
banyak orang yang menghinaku dan mengejekku asalkan Engkau selalu memujiku, tak
jadi masalah dalam menjalani proses mencapai keinginanku banyak wajah yang
membenciku asalkan Ia yang maha rohim selalu menyayangiku. tak mengapa dalam
menjalani proses ini aku harus berkorban waktu, tenaga, biaya, karena
kesemuanya itu akan dibalas olehNya dengan sebaik-baik pembalasan, biarlah aku
menjalani proses dalam meraih citaku penuh dengan kepahitan, dilecehkan, dianggap
tak berpengalaman, kuno dan kampungan, asalkan Engkau yang Maha bijaksana mencatat
amal perbuatan baikku dan mengganjarnya sesuai dengan kebijakan Allah yang Maha
bijak.
Sahabat, marilah kita
menjalani setiap targetan dan impian yang kita akan capai dengan proses yang
baik, dengan niat yang ikhlas dan cara yang benar. Bagi para pelajar yang
tengah menyelesaikan masa pendidikannya niatkanlah belajar menjadi ladang amal
dalam rangka ibadah kepada Allah, begitu juga bagi para mahasiswa niatkanlah
kuliah menjadi salah satu jalan bertambahnya wawasan,ilmu dan pengalaman
sehingga kelak nanti setelah lulus dapat bermanfaat bagi orang banya. Jangan
berniat kuliah hanya untuk mencari gelar sarjana atau mencari nilai saja, siapa
tahu meninggal sebelum diwisuda, kan sia-sia akhirnya. Namun apabila niatnya
telah lurus dan usahanya dengan jalan yang diridhoi Allah kalaupun harus
meninggal sebelum lulus atau wisuda maka setiap jerih payah sudah tercatat
pahala. Begitu pula bagi para pekerja, pengusaha niatkan kerja dan usaha kita
tidak hanya sebatas materi semati melainkan menjadi jalan silaturahmi dan jalan
kebaikan bagi orang lain, cara dalam berbisnis dan bekerja pun tidak boleh
licik, tidak menghalakan segala cara untuk mewujudkan keinginan kita, sehingga
kita tidak memperhatikan halal dan haram. Ada sebuah celetukan yang cukup
menggelitik di telinga saya. Bung, bung hari gini ngomongin yang halal, cari
yang haram saja susah. Ini pernyataan yang keliru. Hemat saya kita harus
berupaya dengan sekuat tenaga untuk menjemput rizki dengan cara yang halal
karena hal itu yang disukai oleh Allah, bagaimana mungkin doa kita akan
dikabuklan oleh Allah bila kita memakan sesuatu dari hasil yang haram. Dan juga
untuk yang mau menikah, harus senantiasa menjaga niat, mau apa saya nikah,
karena ibadah pada Allah, atau karena malu, atau karena nafsu saja. Bila niat
telah lurus dan ikhtiar telah maksimal kalaupun ujung-ujungnya ditolak rasa
kecewa tidak akan terlalu berasa di hati karena kita meniatkannya sebagai
ibadah kepadaNya. Buat para pelaku kebajikan yang senantiasa pamer dengan
kebajikan maka bersiap-siaplah menderita bila kebajikan tersebut tidak dihargai
oleh orang lain karena niatnya sudah cara, ia berbuat kebaikan bukan
semata-mata karena Allah akan tetapi karena riya atau ingin dilihat oleh
manusia. Bagi para ayah dan ibu belajarlah untuk melupakan kebaikan diri ini,
walaupun proses untuk melahirkan anak bagi ibu harus ditempuh dengan perjuangan
dam pengorbanan yang sedikit, insyaallah semua perjuangan dan pengorbanan
tersebut akan dibalas oleh Allah dengan karunia pahala bila ikhlas dalam
menjalaninya.juga agi para ayah yang telah mati-matian banting tulang peras
keringat jangan merasa berjasa dan menganggap anak-anak tidak akan bisa hidup
tanpa kerja keras ayah, niatkan itu semua semata-mata sebagai ibadah untuk
mencari keredhoan Allah dengan begitu setiap kerja keras, usaha, dan tetes
keringat telah tercatat sebagai amal yang akan terus mengalir hingga kita
memasuki alam baka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar